Showing posts with label Islamic Teachings. Show all posts
Showing posts with label Islamic Teachings. Show all posts

Do Not Despise The Sinners

Monday, March 29, 2010

By Mufti Muhammad Taqi Usmani
Translated by Shaykh Yusuf Laher

The Messenger of Allah (Allah bless him and give him peace) said:

“That person who taunts and ridicules his Muslim brother over a sin from which he has repented, will not die until he himself commits that same sin.”
For example, you come to know that a certain person committed or was involved in a particular sin and you also know that this person has repented from it. To think low of him or to taunt or ridicule him because of that sin, by saying something like: “You are the one who was involved in certain evil actions”, is in itself a sin.

Music and Beard

Tuesday, March 2, 2010

What are views about Javed Ahmed Ghamidi? He is known for his moderate views which are in direct conflict with todays ulama. Specially his views about music and the beard. If the beard is so important, why didn't Allah mention it in the Quran? Similarly if listening to music is indeed a grave sin then why didn't Allah mention it in the quran? Why would Allah put us in doubt or play games with us?

A weak hadeeth concerning the prohibition on helping to kill a Muslim

Monday, March 1, 2010

There is a saheeh hadeeth in which the Messenger of Allaah (peace and blessings of Allaah be upon him) said: “Whoever helps to kill a Muslim, even with half a word, will meet Allaah with (the words) written between his eyes, ‘He has no hope of the mercy of Allaah.’”– i.e., the mercy of Allaah will not descend upon one who helps a kaafir to kill a Muslim. This is what I understand from the hadeeth. Please explain further.

Making fun of some aspects of the Sunnah

Saturday, February 13, 2010

What is the ruling on making fun of the beard, short clothes and other aspects of the Sunnah? What is your opinion on those who, when these acts of worship are enjoined upon them, point to their hearts and say “Piety is here”?

Is it obligatory to keep the beard and what is its length?

I want to know the following Masaail;
(1) Is it obligatory to keep the beard n what is its length?
(2) I heard that a person must grow his beard up to one fist. is it so?
(3) I heard that it is haraam to trim it unless it is more than a fist. is it so?
(4) what is the rule of praying swalaah behind the Imaam who trim his beard and does no let it grow up to a fist after knowing that a fist is waajib to keep.is it permissible to pray behind him while their are others having beard according to the sunnah and they can lead the swalaah ( i mean they can read Quraan properly n they know the masaail of swalah etc)?
(5) Is it permissible to keep such a person as Imaam?

Bayyinou mudallalan wa mufasswlan bit tahqeeq wal yaqeen toujarou. please forward me all details with proof Allah will reward you Mufty saahab in both worlds?

Doubts about the obligation to let the beard grow and answers to them

A number of Muslim scholars have issued fatwas stating that letting the beard grow is obligatory for every Muslim, and that the reason for that is so that they will not resemble the kuffaar, as is narrated from the Prophet (peace and blessings of Allaah be upon him) in more than one hadeeth.
But everyone can see on television that many of the Jews let their beards grow, so doesn’t that contradict the reason for letting the beard grow, and may alter the ruling and make it Sunnah only?
Similarly, wasn’t the command to be different from the kuffaar by letting the beard grow due to the Muslims mixing with them at the time of the Islamic conquests, so the Messenger (peace and blessings of Allaah be upon him) wanted to make us distinct from them. This no longer applies because Islam has prevailed over the Arab lands, praise be to Allaah. Does this also make it only Sunnah?.

Ruling on celebrating Valentine’s Day

Thursday, February 11, 2010

What is the ruling on Valentine’s Day?

Praise be to Allaah.

Firstly:

Valentine’s Day is a jaahili Roman festival, which continued to be celebrated until after the Romans became Christian. This festival became connected with the saint known as Valentine who was sentenced to death on 14 February 270 CE. The kuffaar still celebrate this festival, during which immorality and evil are practised widely.

Kayu Siwak Vs Berus Gigi

Tuesday, December 1, 2009

Baru-baru ini saya telah membaca majalah SOLUSI volume 2 yang mengritik hebat kayu siwak dan minyak zaitun yang ditulis oleh saudara kita se-Islam. Dalam penulisannya saudara tersebut menjelaskan bahwa kalau hendak mengamalkan sunnah perlu mengikuti zaman. Tergerak hati saya untuk membahas isu ini. Walau bagaimanapun, disini saya bukan untuk membuat fatwa atau hukum, tetapi lebih didasarkan kepada opini dan kajian-kajian yang telah ada. Segala kritik dan saran yang baik mengenai posting ini sangat penting bagi saya.

Fiqh : Bab Iqamah

Thursday, November 19, 2009

Menurut ulama' jumhur selain ulama' Hambali, iqamah adalah sunat muakkad bagi solat fardhu yang berwaktu dan solat fardhu kepada mereka yang lewat sama ada secara sendirian atau berjemaah sama ada lelaki atau perempuan.

Ulama' Hambali pula mengatakan wanita tidak perlu azan dan iqamah.

Video : Talks on Comparative Religions

Friday, August 14, 2009

Original Sin (Christians) ~ Vs~ Original Goodness (Islam)



Salvation in Islam vs. Salvation in Christianity







Video : Steps to Happiness in our House After Marriage - Imam Hasan Khalil

Saturday, August 1, 2009

Video : Easiest and Best way for the Happiness in Marriage - Imam Hasan Khalil

Video : Privileges of Woman Over Man in Islam - Imam Hasan Khalil

Video : Advises to Husband for Successful Marriage in Islam - Imam Hasan Khalil

Wednesday, July 29, 2009

Part II



Part III

Video : Woman Issues..Islam does not degrade Woman

Dosa Yang Lebih Hebat Dari Berzina

Saturday, July 25, 2009

Pada suatu senja yang lengang, terlihat seorang wanita berjalan terhuyung-huyung. Pakaiannya yang serba hitam menandakan bahawa ia berada dalam dukacita yang mencengkam. Kerudungnya menangkup rapat hampir seluruh wajahnya. Tanpa rias muka atau perhiasan menempel di tubuhnya. Kulit yang bersih, badan yang ramping dan roma mukanya yang ayu, tidak dapat menghapus kesan kepedihan yang tengah meruyak hidupnya. Ia melangkah terseret-seret mendekati kediaman rumah Nabi Musa a.s. Diketuknya pintu perlahan-lahan sambil mengucapkan salam. Maka terdengarlah ucapan dari dalam "Silakan masuk".

Perempuan cantik itu lalu berjalan masuk sambil kepalanya terus merunduk. Air matanya berderai tatakala ia berkata, "Wahai Nabi Allah. Tolonglah saya, doakan saya agar Tuhan berkenan mengampuni dosa keji saya." "Apakah dosamu wahai wanita ayu?" tanya Nabi Musa a.s. terkejut. "Saya takut mengatakannya." jawab wanita cantik. "Katakanlah jangan ragu-ragu!" desak Nabi Musa. Maka perempuan itupun terpatah bercerita, "Saya ......telah berzina." Kepala Nabi Musa terangkat, hatinya tersentak.

Perempuan itu meneruskan, "Dari perzinaan itu saya pun......lantas hamil. Setelah anak itu lahir, langsung saya....... cekik lehernya sampai......tewas", ucap wanita itu seraya menangis sejadi-jadinya. Nabi Musa berapi-api matanya. Dengan muka berang ia mengherdik, "Perempuan bejad, enyah kamu dari sini! Agar siksa Allah tidak jatuh ke dalam rumahku karena perbuatanmu. Pergi! ..." teriak Nabi Musa sambil memalingkan mata karena jijik.

Perempuan berwajah ayu dengan hati bagaikan kaca membentur batu, hancur luluh segera bangkit dan melangkah surut. Dia terantuk-antuk ke luar dari dalam rumah Nabi Musa. Ratap tangisnya amat memilukan. Ia tak tahu harus ke mana lagi hendak mengadu. Bahkan ia tak tahu mau dibawa ke mana lagi kaki-kakinya. Bila seorang Nabi saja sudah menolaknya, bagaimana pula manusia lain bakal menerimanya? Terbayang olehnya betapa besar dosanya, betapa jahat perbuatannya. Ia tidak tahu bahawa sepeninggalnya, Malaikat Jibril turun mendatangi Nabi Musa. Sang Ruhul Amin Jibril lalu bertanya, "Mengapa engkau menolak seorang wanita yang hendak bertaubat dari dosanya? Tidakkah engkau tahu dosa yang lebih besar daripadanya?" Nabi Musa terperanjat. "Dosa apakah yang lebih besar daripada kekejian wanita penzina dan pembunuh itu?" Maka Nabi Musa dengan penuh rasa ingin tahu bertanya kepada Jibril.

"Betulkah ada dosa yang lebih besar daripada perempuan yang nista itu?" "Ada!" jawab Jibril dengan tegas. "Dosa apakah itu?" tanya Musa kian penasaran. "Orang yang meninggalkan solat dengan sengaja dan tanpa menyesal. Orang itu dosanya lebih besar daripada seribu kali berzina". Mendengar penjelasan ini Nabi Musa kemudian memanggil wanita tadi untuk menghadap kembali kepadanya. Ia mengangkat tangan dengan khusyuk untuk memohonkan ampunan kepada Allah untuk perempuan tersebut.

Nabi Musa menyedari, orang yang meninggalkan sembahyang dengan sengaja dan tanpa penyesalan adalah sama saja seperti berpendapat bahawa sembahyang itu tidak wajib dan tidak perlu atas dirinya. Bererti ia seakan-akan menganggap remeh perintah Tuhan, bahkan seolah-olah menganggap Tuhan tidak punya hak untuk mengatur dan memerintah hamba-Nya. Sedang orang yang bertaubat dan menyesali dosanya dengan sungguh-sungguh bererti masih mempunyai iman di dadanya dan yakin bahwa Allah itu berada di jalan ketaatan kepadaNya. Itulah sebabnya Tuhan pasti mahu menerima kedatangannya.

Sumber; 30 Kisah Teladan oleh KH Abdurrahman Arroisy

Dalam hadith Nabi s.a.w. disebutkan : Orang yang meninggalkan solat lebih besar dosanya dibanding dengan orang yang membakar 70 buah Al-Qur'an, membunuh 70 nabi dan bersetubuh dengan ibunya di dalam Ka'bah.

Dalam hadith yang lain disebutkan bahawa orang yang meninggalkan solat sehingga terlewat waktu, kemudian ia mengqadanya, maka ia akan disiksa dalam neraka selama satu huqub. Satu huqub adalah delapan puluh tahun. Satu tahun terdiri dari 360 hari, sedangkan satu hari di akhirat perbandingannya adalah seribu tahun di dunia. Demikianlah kisah Nabi Musa dan wanita penzina dan dua hadith Nabi, mudah-mudahan menjadi pelajaran bagi kita dan timbul niat untuk melaksanakan kewajiban solat dengan istiqomah.

Peranan Masjid

Wednesday, July 8, 2009


Masjid memainkan peranan yang besar dalam masyarakat Islam. Ia merupakan pusat pentadbiran Islam semasa zaman Rasulullah s.a.w. Berikut adalah beberapa blog dan website yang membincangkan peranan masjid dalam berbagai bidang dan zaman:-

Peranan masyarakat dalam menghidupkan institusi masjid:-

Kind and Love Towards a Children

Monday, July 6, 2009

The Holy Prophet (Peace be on him) was very kind to children and love them. He would stroke their heads out of love and would pray for their good in life. Whenever the children came near to him he would pick them up in his arms and fondle them with great love. Sometimes he would bring out his tongue before the child and the child would become cheerful and laugh. If he was lying down, he would make a child sit on the soles of his feet or on his chest. If several children were there, he would make them fall in a row and would himself sit stretching out his arms and would say, "Run up to me, who touches me first, will get a prize." The children would come running to him. Some would fall on his chest, some would fall on his belly. He would embrace them and kiss them.


Khasail Nabawi

Whenever the Holy Prophet passed by children, he would salute them, put his hands on their heads and pick up the small ones in his arms. On seeing a mother loving her baby, he would be deeply affected. When discussing mother's love he would say, "whomsoever Allah favours with children and he loves them as also fulfils his obligations towards them, then he would remain safe from the hell fire."

If while returning from a journey, the Holy Prophet (Peace be on him) met children on the way, he would pick them up affectionately and get them seated before or behind himself on his mount. Children also loved him much. No sooner than they saw him, they would run upto him. He would pick up each one of them, kiss him and give him something like dates or freshfruits or some other nice thing to eat. If the baby of a woman saying prayer in his leadership started crying he would shorten the prayer in order to relieve the mother from her distraction.

Khasail Nabawi

Ref: The Life and the Teachings of the Holy Prophet Muhammad (Peace be upon him) by Maulana Dr. Muhammad Abdul Hai, B.A. LL.B (ALIG) and Maulana Ashraf Ali Tanwi, pg. 95 - 96.

Logiknya Solat dalam Sudut Pandangan Sains

Wednesday, June 10, 2009

Seorang professor fizik di Amerika Syarikat telah membuat satu kajian tentang kelebihan solat berjemaah yang disyariatkan dalam Islam. Katanya tubuh badan kita mengandungi dua cas elektrik iatu cas positif dan cas negatif. Dalam aktiviti harian kita sama ada bekerja, beriadah atau berehat, sudah tentu banyak tenaga digunakan.


Dalam proses pembakaran tenaga, banyak berlaku pertukaran cas positif dan cas negatif, yang menyebabkan ketidakseimbangan dalam tubuh kita. Ketidakseimbangan cas dalam badan menyebabkan kita rasa letih dan lesu setelah menjalankan aktiviti seharian. Oleh itu cas-cas ini perlu diseimbangkan semula untuk mengembalikan kesegaran tubuh ke tahap normal.

Berkaitan dengan solat berjemaah, timbul persoalan di minda professor ini mengapa Islam mensyariatkan solat berjemah dan mengapa solat lima waktu yang didirikan orang Islam mempunyai bilangan rakaat yang tidak sama.

Hasil kajiannya mendapati bilangan rakaat yang berbeza dalam solat kita bertindak menyeimbangkan cas-cas dalam badan kita. Semasa kita solat berjemaah, kita disuruh meluruskan saf, bahu bertemu bahu dan bersentuhan tapak kaki. Tindakan-tindakan yang dianjurkan semasa solat berjemaah itu mempunyai berbagai kelebihan.

Kajian sains mendapati sentuhan yang berlaku antara tubuh kita dengan tubuh ahli jemaah lain yang berada di kiri dan kanan kita akan menstabilkan kembali cas-cas yang diperlukan oleh tubuh. Ia berlaku apabila cas yang berlebihan - sama ada negatif atau positif akan dikeluarkan, manakala yang berkurangan akan ditarik ke dalam kita. Semakin lama pergeseran ini berlaku, semakin seimbang cas dalam tubuh kita.

Menurut beliau lagi, setiap kali kita bangun dari tidur, badan kita akan merasa segar dan sihat setelah berehat berapa jam. Ketika ini tubuh kita mengandungi cas-cas positif dan negatif yang hampir seimbang. Oleh itu, kita hanya memerlukan sedikit lagi proses pertukaran cas agar keseimbangan penuh dapat dicapai. Sebab itu, solat Subuh didirikan 2 rakaat.

Seterusnya, setelah sehari kita bekerja kuat dan memerah otak semua cas ini kembali tidak stabil akibat kehilangancas lebih banyak daripada tubuh. Oleh itu, kita memerlukan lebih banyak pertukaran cas. Solat jemaah yang disyariatkan Islam berperanan untuk memulihkan keseimbangan cas-cas berkenaan. Sebab itu, solat Zohor didirikan 4 rakaat untuk memberi ruang yang lebih kepada proses pertukaran cas dakam tubuh.

Situasi yang sama turut berlaku di sebelah petang. Banyak tenaga dikeluarkan ketika menyambung kembali tugas. Ini menyebabkan sekali lagi kita kehilangan cas yang banyak. Seperti mana solat Zohor, 4 rakaat solat Asar yang dikerjakan akan memberikan ruang kepada proses pertukaran cas dengan lebih lama.

Lazimnya, selepas waktu Asar dan pulang dari kerja kita tidak lagi melakukan aktiviti-aktiviti yang banyak menggunakan tenaga. Masa yang diperuntukkan pula tidak begitu lama. Maka, solat Maghrib hanya dikerjakan sebanyak 3 rakaat adalah lebih sesuai dengan penggunaan tenaga yang kurang berbanding 2 waktu sebelumnya.

Timbul persoalan di fikiran professor itu tentang solat Isyak yang mengandungi 4 rakaat. Logiknya, pada waktu malam kita tidak banyak melakukan aktiviti dan sudah tentu tidak memerlukan proses pertukaran cas yang banyak. Setelah kajian lanjut, didapati terdapat keistimewaan mengapa Allah mensyariatkan 4 rakat dalam solat Isyak. Kita sedia maklum, umat Islam amat digalakkan untuk tidur awal agar mampu bangun menunaikan tahajjud di sepertiga malam. Ringkasnya, solat Isyak sebanyak 4 rakaat itu akan menstabilkan cas dalam badan serta memberikan tenaga untuk kita bangun malam (qiamullail).

Dalam kajiannya, professor ini mendapati bahawa Islam adalah satu agama yang lengkap dan istimewa. Segala amalan dan suruhan Allah Taala itu mempunyai hikmah ynag tersirat untuk kebaikan umat Islam itu sendiri.Beliau merasakan betapa kerdilnya diri dan betapa hebatnya Pencipta alam ini. Akhirnya, dengan hidayah Allah beliau memeluk agama Islam.

Sekian untuk renungan kita bersama,petikan dari:
http://www.pmn.gov.my/terengganu/TAZKIRAHindex.htm

 
 
 

My Blog List

My Blog List

Like mE